EMOTIONAL – Behavior Perspective

EMOTIONAL – Behavior Perspective

Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.

Kata “emosi” diturunkan dari kata bahasa Perancisémotion, dari émouvoir, ‘kegembiraan’ dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) ‘luar’ dan movere ‘bergerak’. Kebanyakan ahli yakin bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati. Sebagai contoh, bila seseorang bersikap kasar, manusia akan merasa marah. Perasaan intens kemarahan tersebut mungkin datang dan pergi dengan cukup cepat tetapi ketika sedang dalam suasana hati yang buruk, seseorang dapat merasa tidak enak untuk beberapa jam.

(Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Emosi#Biologi_emosi)

Secara bilogis, emosi dipengaruhi oleh sistem metabolisme tubuh manusia. Lebih tepatnya sangat dipengaruhi oleh sistem Limbik otak. Semua emosi berasal dari sistem limbik otak yang kira-kira berukuran sebesar sebuah kacang walnut dan terletak di batang otak. Orang-orang cenderung merasa bahagia ketika sistem limbik mereka secara relatif tidak aktif. Sistem limbik orang tidaklah sama. Sistem limbik yang lebih aktif terdapat pada orang-orang yang depresi, khususnya ketika mereka memperoleh informasi negatif. (https://id.wikipedia.org/wiki/Emosi#Biologi_emosi)

Fungsi emosi dapat dipahami dalam tulisan ”The Expression of the Emotions in Man and Animals”, Charles Darwin menyatakan bahwa emosi berkembang seiring waktu untuk membantu manusia memecahkan masalah. Emosi sangat berguna karena ‘memotivasi’ orang untuk terlibat dalam tindakan penting agar data bertahan hidup –tindakan-tindakan seperti mengumpulkan makanan, mencari tempat berlindung, memilih pasangan, menjaga diri terhadap pemangsa, dan memprediksi perilaku. Emosi sangat berpengaruh terhadap tingkah laku manusia.

Dengan kata lain berdasarkan hasil pengamatan dan pemahaman dari berbagai ahli bahwa emosi menjadi bagian yang sangat penting. Emosi menjadi “energy” yang mendorong ekspresi manusia semakin bermakna. Energi ini bisa menjadi energy positif , bisa juga menjadi energy negatif. Dalam ilmu perilaku dapat dilihat dalam respon manusia terhadap berbagai hal yang dihadapi manusia. Respon manusia dalam menghadapi berbagai bentuk tekanan, masalah, halangan atau rintangan dapat dibagi menjadi 2 macam yakni respon yang penuh dengan emosi (emosional) , yang disebut juga Reaktif, dan respon jenis kedua disebut respon yang benar yakni yang baik dan dewasa, disebut juga responsif. Untuk lebih jelasnya seperti ini, reaktif adalah bentuk respon yang didahului dengan emosi yang berlebihan baru kemudian disusul dengan keterlibatan daya nalar atau analisa terhadap masalah yang dihadapi. Sedangkan respon yang bersifat responsif adalah respon masalah yang didahului dengan bekerjanya daya nalar atau analisa manusia baru kemudian disusul dengan emosi yang sewajarnya. Energi atau emosi ini akan menggerakkan respon Anda secara maksimal.

Emosi dalam Kepribadian

Biasanya emosi seseorang terlihat ketika seseorang sedang dalam saat tertekan atau dipuji. Dua kondisi psikologis ini adalah ekspresi manusia yang normal. Respon manusia terhadap 2 kondisi ini disebut juga dengan Karakter. Dengan kata lain, karakter dapat disebut sebagai suatu respon atau perilaku atau reaksi pada waktu ditekan atau ditinggikan.

Berapa besarkah ukuran emosi seseorang dalam meresponi semua tekanan, masalah, halangan atau rintangan? Jawaban saya tidak berdasarkan pada nilai kuantitatif. Namun demikian jawaban yang bisa membantu adalah pendekatan perilaku yang deskriptif (Based on The Fourth Dimentional of People). Menurut Wikipedia.org, Kepribadian memberi kecenderungan kepada orang untuk mengalami suasana hati dan emosi tertentu, contohnya beberapa orang merasa bersalah dan merasakan kemarahan dengan lebih mudah dbandingkan orang lain, sedangkan orang lain mungkin merasa tenang dan rileks dalam situasi apa pun. Intinya, beberapa orang memiliki kecenderungan untuk memiliki emosi apa pun secara lebih intens atau memiliki intensitas afek (perbedaan individual dalam kekuatan di mana individu-individu mengalami emosi mereka) tinggi.

Berbagai bentuk respon (emosi) manusia dapat dipelajari melalui pendekatan Emotional Quotient (EQ) dalam 4 kondisi. Perhatikan gambar berikut :

Perhatikan Kuadran 1, tipikal orang yang memiliki kecerdasan intra pribadi (kemampuan mengenali kelemahan diri dan segera memperbaikinya) adalah tipe orang Ungu (U) dan tipe orang (H). Sedangkan tipe orang Merah (M) dan tipe orang Kuning (K) membutuhkan waktu kesungguhan  lebih besar untuk meresponi permasalahan (Need More effort).  TipeU dan H memiliki penguasaan diri terhadap emosi yang baik ketika menghadapi permasalahan.

Perhatikan Kuadran 2, tipe orang yang memiliki kecerdasan antar pribadi (kemampuan membagun hubungan dengan orang lain) adalah tipe orang K dan H. Sedangkan tipe orang M dan U membutuhkan waktu kesungguhan  lebih besar untuk untuk menjalin hubungan yang efektif dengan orang lain (Need More Effort). Tipe orang K dan H memiliki emosi yang baik dan supportif  ketika hidup bersosialisasi.

Perhatikan Kuadaran 3, tipe orang yang memiliki kecerdasan emosi beradaptasi terhadap permasalahan adalah tipe orang H dan tipe orang K. Sedangkan  tipe orang U dan tipe orang M, memiliki emosi yang lemah dalam proses adaptasi pada saat mengalami situasi kritis.

Perhatikan kuadran 4, dalam situasi “stress management” tipe orang M dan H mampu member respon yang responsif terhadap permasalahan yang dihadapi. Perbedaannya, Tipe M akan melawan permasalahan (pro active-offensif) sedangkan tipe H cenderung bertahan terhadap permasalahan (pasive-defensif).

Emosi dalam perilaku manusia juga dapat dilihat dalam berbagai kasus khusus. Tipe orang M,K,H, dan U akan menunjukkan respon diri yang berbeda-beda baik bentuk respon maupun level emosi yang ditunjukan ketika menghadapi permasalahan dan ketika menerima tanggung jawab. Berikut ada beberapa pola perilaku khusus atau perilaku ekstrem yang berkaitan dengan control emosi diri,

  • M6 H6 = blak-blakan, nekat, sangat reaktif,emosional, otoriter.
  • K6 H6 = emosional+pasif -> emosional ke dalam (bahaya) = self distracted -> bunuh diri.
  • M6 U6 = buat aturan sendiri (tdk sesuai aturan perusahaan) & org lain hrs ikut aturannya, ngotot kesempurnaan diri sendiri (merugikan org lain utk keuntungannya). Cth : Hitler.
  • H6 U6 : berani secara situational ,setia dengan syarat, konsisten kalau Ada yg dukung dia utk kepentingannya.

Nah, rekan-rekan, perhatikanlah respon Anda ketika anda sedang dalam permasalahan atau penerimaan tanggung jawab dari orang lain atau lembaga dimana Anda bekerja. Emosi adalah hal yang baik dari pencipta. Akan menjadi tidak baik yakni emosional, jikalau Anda tidak mengenal siapa diri Anda sesungguhnya berdasarkan pola perilaku (Self pattern) karena Anda akan masuk dalam jebakan hidup yang penuh dengan reaktif. Hati-hati, jika respon yang emosional menguasai Anda, maka keputusan-keputusan hidup Anda cenderung emosional dan dapat berakibat pada menghasilkan tindakan-tindakan yang tidak akurat.

Salam sukes.

 

Your partner

Santoso S Hutabarat, S.Si, CBC, CLS

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *