Tectonic Shifting #Disruption

Tectonic Shifting #Disruption

Tektonik Shifting

Memang terjadi pergeseran tektonik industri di dunia dan Indonesia. Industri yang sangat mengandalkan jalur distribusi Bricks and Mortar akan kalah dengan E-commerce, Reg-Tech dan Fintech.

Mall2 di USA pada tutup gara2 Amazon dan trend ini tak terhindarkan di Indonesia juga tinggal tunggu waktunya.

Sekarang pengusaha sangat kecil di daerah Tuban bisa jualan di E-commerce tanpa harus buka toko atau ijin yang njelimet.

Office boy saya asal Kebumen bisa jualan kayu sengon di kampung pakai Internet di kantor saya. Lah…ini sangat lah membuka mata kita bahwa mulai terjadi pemerataan kue ekonomi. Trend ini sangat baik dan ekonomi kita akan lebih kuat dari pada tergantung kepada segelintir Taipan2 untuk investasi dan berbisnis.

Salah satu industri yang booming menuju ke sektor logistik, courier, transport, trucking, pergudangan, last mile, first mile, di sektor keuangan misalnya e-payment system, e-insurance, dan robo advisor-asset management. Di sektor legal Regulation Technology (Reg-Tech) akan menjadi momok bagi lawfirm karena nanti nya legal opini bisa diberikan oleh AI (Artificial Intelligence).

Bank2 kuno yang berbangga dengan kantor cabang besar2 dengan pegawai ribuan akan sebentar lagi rugi. Kaum Millennial tidak lah impressed dengan kantor pusat bank nan megah dan mahal yang tidak ada nilai tambahnya.

Cabang2 pembantu akan di tutup dan digantikan dengan aplikasi di Android dan IPhone. Mungkin 80% transaksi perbankan akan terjadi di Applikasi Mobile. Sisanya beberapa cabang utama saja untuk transaksi manual.

DB (Fidelitas Advisors)

 

 

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *