New Wine Must Be Put Into Fresh Wineskins

New Wine Must Be Put Into Fresh Wineskins

  • *NEW WINE Must Be Put Into Fresh Wineskins*Gelombang Perubahan yang semakin cepat melanda dunia termasuk Indonesia, Rhenal Kasali, penulis buku Disruption mengungkapkan bahwa perubahan ini dimotori oleh perkembangan teknologi informasi.

    Beliau menyampaikan bahwa saat ini kita sedang berada pada gelombang perubahan ketiga yang dipengaruhi oleh teknologi informasi. Gelombang perubahan pertama terjadi sekitar tahun 1990-an yang dikenal dengan istilah _*connectivity*_ (keterhubungan). Gelombang pertama ini ditandai dengan lahirnya internet.
    Gelombang kedua terjadi pada awal abad 21 dimana masyarakat mulai mengisi keterhubungan tersebut. Gelombang kedua ini ditandai dengan munculnya media sosial.

    Menurut Rhenald, gelombang disruption bukan akhir dari segala-galanya, melainkan hanya mengakhiri sebuah zaman dengan munculnya zaman baru.   Gelombang disruption telah memakan korbannya di dunia bisnis dan ekonomi. Sebagai contoh, kita bisa menyaksikan runtuhnya perusahaan Nokia, Kodak; terseoknya Blackberry.
    Di dalam negeri, kita bisa menyaksikan mulai tergantikannya alat transportasi konvensional dengan alat transportasi berbasis on-line. Serta beralihkan transaksi retail konventional ke e-channelling.
    Hal ini ditengarai disebabkan oleh tidak adanya kesiapan dan kesigapan dalam menghadapi perubahan dan tuntutan zaman serta minimnya inovasi.

    Fenomena semacam ini bukan tidak mungkin menimpa pada pelaku dunia business banking dan insurance yang selama ini masih berfokus pada human capital.

    Dalam hal ketidaksiapan dalam menghadapi perubahan atau tuntutan zaman serta tidak inovatif, ditengarai akan tergerus oleh gelombang disrupiton. Tuntutan zaman saat ini adalah tuntutan abad 21, dimana segala aspek kehidupan dipengaruhi oleh teknologi informasi dan teknologi digital.

    Customer yang kita hadapi adalah Y_Generation, dan para digital immigrant yang srjak kelahiran  sudah bersentuhan dan terpapar langsung dengan digital devices (perangkat-perangkat digital). Mereka sudah sangat mahir dalam memanfaatkan perangkat-perangkat digital tersebut baik hanya untuk bermain game ataupun untuk mengakses informasi-informasi yang berseliweran di dunia.

    Hal ini menyebabkan mereka memiliki ketertarikan yang lebih terhadap hal-hal berbau digital dan/atau teknologi informasi. Sehingga hal ini menyebabkan mereka berkurang ketertarikannya terhadap hal-hal konvensional atau kuno atau kolot.

    Apa yang harus kita lakukan sebagai praktisi perbankan dan asuransi dalam gelombang disruption ;

    Yang pertama adalah  harus mau melengkapi dirinya dengan kemampuan keterampilan sebagai berikut ;

    (1) Critical Thinking and Problem Solving (Berpikir kritis dan pemecahan masalah);
    (2) Collaboration and Communication (Kolaborasi dan komunikasi);
    (3) Creativity and Imagination (Kreativitas dan imajinasi);
    (4) Digital Literacy (melek digital); dan
    (5) Leadership and Personal Development.

    Yang kedua adalah inovasi dalam pendekatan pembelajaran, strategi, metode, model dan modul pembelajaran

    Kata  bijak _*”But new wine must be put into fresh wineskins”*_
    *Anggur baru (New Mindset)*  harus di letakkan pada kantung anggur atau cara2 baru (inovation ways)

    *Albert Einstein* berkata, _*”Insanity: doing the same thing over and over again and expecting*_.

    Salam Perubahan!
    *GreatPeopleAcademy*
    www.rudylangitan.com

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *