Mulai Tuh Disini Bukan Disana

Mulai Tuh Disini Bukan Disana

Russel Conwell dalam bukunya *Acre of Diamond* memaparkan sebuah kisah inspirational yang luar biasa jutaan orang di seluruh dunia terinspirasi dengan kisah seorang laki-laki tua Persia bernama *Ali Hafed* yang tinggal dekat sungai Indus. Hafed mempunyai sebidang tanah pertanian yang sangat luas yang dijadikannya kebun untuk bercocok tanam, buah-buahan, ladang gandum dan kebun bunga; ia juga memiliki uang yang dibungakan. Ia adalah orang kaya dan juga bahagia.

Hingga suatu petang, Ali didatangi oleh seorang tamu, seorang pemuka agama Budha, yang bercerita tentang keindahan batu permata. Si pemuka agama ini berkata, _“Ali, kalau kamu memiliki permata sebesar ibu jarimu, kamu bisa membeli sebuah kota dan kalau kamu memiliki tambang permata maka kamu bisa membuat anak-anakmu menjadi raja”_

Setelah pemuka agama itu pergi, Ali Hafed begitu terkesan. Bahkan, berhari-hari ia terus membayangkan adanya permata seperti itu. Sejak itulah Ali Hafed mulai merasa ada yang kurang pada hidupnya. Ia membayangkan betapa menyenangkannya jika hidupnya bisa memiliki permata seperti itu.

Kegelisahan membuat Ali Hafed membulatkan tekadnya, ia memutuskan untuk menjual rumah serta ladangnya. Anak dan istrinya ia titipkan kepada tetangganya disertai dengan titipan biaya perawatan mereka. Dengan uang yang tersisa, Ali Hafed memutuskan pergi mengembara untuk mencari batu – batu permata yang tersebut. Dia mencari ke segala penjuru kota bahkan menyeberang ke negeri yang jauh. Belasan tahun sudah, ia mencoba menemukan permata hingga ia kelelahan fisik, mental dan emosional. Hingga akhirnya, di dalam kemiskinannya dan putus asa akhirnya Ali Hafed mengakhirnya hidupnya dengan terjun ke laut Barcelona, Spanyol.

Rumahnya kini sudah ditinggali oleh petani lain. Suatu hari si petani itu sedang memberi minum unta disungai dangkal dalam kebunnya,ia melihat seberkas sinar yang aneh memancarkan sinar warna-warni bak pelangi. Batu itu kemudian dibawah kedalam rumah, diletakan diatas rak yang terdapat diatas perapian dan melupakannya. Hingga suatu hari, si pemuka agama yang biasa mengunjungi rumah-rumah penduduk di sekitar itu, bertandang ke rumah petani itu. Saat ia melihat batu yang berkilauan itu, si pemuka agama berkata, “Ini kan batu berlian!”. Apakah Ali Hafed sudah kembali ?”

_“O, tidak, ia tidak kembali dan itu bukanlah berlian. Itu hanya sebuah batu yang kami temukan dikebun kami.”_

_“Percayalah, aku sangat mengenal berlian begitu aku melihatnya, aku tahu pasti, ini berlian.”_ Kata pemuka agama tersebut.

Kemudian mereka bersama-sama bergegas keluar menuju kebun tua itu dan menyedok pasir putihnya dengan jari-jari mereka, dan itu dia ! Ada lagi batu-batuan yang lebih cantik dan berharga dari pada yang pertama. Dan itulah sejarah ditemukannya tambang berlian _Golcanda_ terkaya sepanjang sejarah manusia. Berlian-berlian kohinoor dan orloff yang menghiasi mahkota-mahkota Ingris dan Rusia berasal dari tambang itu.

Terkadang kita sering sibuk mencari sesuatu (kekayaan) yang mungkin terkadang kita sendiri tidak tahu apa yang sedang kita cari. Andaikata  Ali Hafed mengetahui seperti apa *batu permata* itu, sebelum menjual rumah dan ladangnya mungkin dia akan lebih mudah menemukan batu permata di pekarangannya. Dan tidak perlu jauh melangkah keliling dunia.

Oleh karena itu, pastikan  Anda memiliki *GOAL*  yang jelas dan *SMART* sehingga anda bisa lebih mudah mencapainya.  Mumpung tahun 2018 masih belum jauh melangkah,   canangkan *GOAL* dan dimulai dari apa yang anda Miliki…

*TANGKAP MIMPIMU LOMPATI PENGHALANG!*
#renungantoday #greatpeopleacademy #semamgatpagi #goodpagiselamatmorning

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *