DISRUPTION IS HERE, Now What?

DISRUPTION IS HERE, Now What?

*DISRUPTION is  HERE, Now What?*

Sesungguhnya *Disruption* telah datang dalam kehidupan kita, tanda tandanya adalag banyak bisnis retail konventional mulai goyah, silence enemy (musuh yang tak terlihat) mulai menggoyahkan bahkan mencaplok bisnis incumbent, cabang perbankan mulai sepi; transaksi beralih dari konventional ke e_channelling, harga2 barang di online lebih murah dari toko, pusat2 elektronik di Jakarta mulai sepi, FO dibandung dan Mall diJakarta hanya menjadi tempat refreshing sekalian check harga, JNE dan sejenisya mulai padat menerima orderan, pesan tiket semudah update status FB di Gadget, begitu juga pesan taxi, tukang pijit, makanan.
Revolusi Industri karena shifting technologi telah terjadi, sama seperti 100 tahun yang lalu, ketika mesin-mesin menggantikan tenaga kuda dan manusia, dunia pertanian, peternakan berubah ke industri dan jasa.

Inilah saatnya kita melakukan selfdisruption dengan perubahan mindset dan tentunya business model kita, barang dan jasa tetap sama tetapi business modelnya baru.  Yuk mulailah dengan pikiran2 baru, new paradigm, dunia sudah online, dan perubahan2 tidak bisa di bendung.
Ada dua pandangan dalam masyarakat kita, yang pertama berkata,” Disruption adalah sebuah penyimpangan yang mengancam, yang lain berkata ini adalah sebuah *OPPORTUNITY*

Ya sekali lagi ini tidak dapat dibendung…business lanscape dan customer segment sudah berubah…saat ini banyak orang mulai celik terhadap Internet*…”Internet of Things”* melanda semua aspek kehidupan.

Pola Pikir kita harus diubah dari *Rigidity ke Agility*. *Rigidity* yang terkunci pada masa lalu (cara2 lama/kolot/ortodok), sulit bergerak, hidup dalam ancaman, bermain di red ocean, comfort zone, no inovation  dan personal/resources rigidity ) harus segera diubah menjadi *Agility* (Melihat/menyimak dengan tenang dan mulai bergerak dengan tangkas, melakukan inovasi dan memiliki kekuatan eksekusi dan memiliki strategi serta implementasi)

Pernah melihat orang mati? Ya orang mati itu kaku dan dingin.  Kalau Kita masih hidup tapi kaku dan dingin, sebenarnya kita sudah mati.

Ayu mulai melalukan perubahan, manfaatkan sumber2 lain untuk melalukan *”sharing economy”* terus belajar dengan filosofi *Learn Relearn and Unlearn*

SelfDisruption terjadi jika kita atau team kita adalah seorang ChampionLeaders/Warrior yang memiliki selfdriving dan understanding yang kuat.
1. Disciplin Diri
2. Berani Mengambil Resiko
3. Play To Win
4. Power of simplicity
5. Mindset yang bertumbuh
6. Komunikasi yang asertif
7. Perspective yang luas dan Bijaksana
8. Critical Thinking
9.Creative Thinking.

Bagaimana dengan PROBLEMS? ya pasti ada,  tetapi seorang yang Melakukan SelfDisruption akan melihat PROBLEMS sebagai ;
P redictors
R eminders
O pportunity
B lesssing
L esson
E verywhere
M essages
S olvable

  1. Ready or No?
    Saya tutup dengan kalimat bijak “Every Time We Create Something New, We go from zero to one”

    Salam 2nd Mile Spirits

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *